Contoh Makalah Pelatihan Kerja

Contoh Makalah Pelatihan Kerja
Contoh Makalah Pelatihan Kerja
Contoh Makalah Pelatihan Kerja - Jaman sekarang, tugas dan internet itu sangat susah dipisahkan. Karena internet dapat membantu menyelesaikan tugas ketimbang buku. Internet lebih luas, mudah dan murah. Jadi dalam menyelesaikan tugas, saya menggunakan service internet untuk menyelesaikannya. Begitu juga dengan tugas Manajemen Personalia ini mengenai Pelatihan Kerja. Kami (Karena berkelompok) mengerjakan makalah ini dengan bantuan internet. Makalah ini dibatasi dengan maksimal 3 halaman dengan power point maksimal 10 slide.

Jadi setelah kami selesai membuat tugas ini, saya kembalikan lagi ke internet manakala ada yang membutuhkan. Tak lupa juga saya mencantumkan daftar pustaka dalam makalah ini. Dalam makalah ini juga tercantum contoh kasus pelatihan pegawai. Jadi lumayan lengkap. Semoga membantu ^_^

Pentingnya Pelatihan Pegawai
Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu perusahaan merupakan aset penting bagi perkembangan perusahaan. Dan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja para karyawan, banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja atau training. Biasanya training dilakukan sebelum memulai kerja atau pada saat awal masuk kerja.
Menurut PP No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, Pelatihan kerja atau yang sekarang biasa kita kenal dengan istilah Training adalah seluruh kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Dalam mengikuti pelatihan kerja, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil. Manfaat itu antara lain:
·         Mewujudkan pelatihan kerja nasional yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja
·         Memberikan arah dan pedoman dalam penyelenggaraan, pembinaan, dan pengendalian pelatihan kerja
·         Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja
Pelatihan kerja tentu saja memiliki jenis dan program-program tertentu. Jenis dan program-program tersebut antara lain:
Ø  Skills training
      Pelatihan keahlian merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. Program pelatihaannya relatif sederhana.
Ø  Retraining
Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah.
Ø  Cross functional training
Pelatihan lintas fungsional melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
Ø  Team training
            Pelatihan tim merupakan pelatihan yang terdiri dari sekelompok individu dimana mereka harus menyelesaikan bersama sebuah pekerjaan demi tujuan bersama dalam tim.
Ø  Creativity training
Pelatihan kreatifitas berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya.
Teknik pelatihan kerja secara umum dibagi menjadi dua yaitu on the job training dan off the job training.
a.      On the job training
On the job training terbagi menjadi enam macam, yaitu :
v  Job instruction training
Pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan.
v  Apprenticeship
Pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu.
v  Internship dan assistantships
Pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi.
v  Job rotation dan transfer
Job rotation dan transfer adalah proses belajar yang dilakukan untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal.
v  Junior boards dan committee assingments
Alternatif pelatihan dengan memindahkan peserta pelatihan ke dalam komite untuk bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan administrasi.
v  Coaching dan counseling
Pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.

b.      Off the job training
Off the job training terbagi menjadi 13 macam, yaitu :
v  Vestibule training
Pelatihan dimana dilakukan ditempat yang kondisinya sama seperti tempat aslinya. Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja khusus.
v  Lecture
Pelatihan dimana pelatih menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan pengetahuan kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.
v  Independent self-study
Pelatihan dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri
v  Visual presentations
Pelatihan dengan mengunakan televisi, film, video, atau presentasi.
v  Conferences dan discussion
Pelatihan ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya.
v  Teleconferencing
Pelatihan dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan peserta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda.
v  Case studies
Pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
v  Role playing
Pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.
v  Simulation
Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.
v  Programmed instruction
Merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasanya menggunakan computer.
v  Computer-based training
Merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta.
v  Laboratory training
Pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka antara satu dengan yang lain.
v  Programmed group exercise
Pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan.

Kasus:

Terhitung mulai Januari 2014 ini, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) TKI sektor rumah tangga yang akan ke luar negeri terutama untuk negara-negara Timur Tengah, akan memperoleh pelatihan 400 jam, bukan 200 jam sebagaimana sebelumnya.
“Penambahan jam pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus harga diri TKI, termasuk menguatkan aspek perlindungannya secara dini,” kata Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro Subiantoro seusai Rapat Koordinasi BNP2TKI dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta Asosiasi Pelaksana Pelatihan TKI di Jakarta, Jumat (10/1).
Menurut Agusdin , upaya pembenahan bagi pelatihan TKI penata laksana rumah tangga ini telah diupayakan selama empat tahun melalui sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko-TKLN), yang juga terkoneksi dengan 438 dinas kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Bahkan, pada 2014 ini pula, pelayanan sistem online akan diperluas ke tingkat kecamatan dan ujicobanya akan diadakan di 50 kecamatan di kantong-kantong TKI. Selain itu, memperluas integrasi sistem online penempatan dan perlindungan ini dengan kantor Perwakilan RI di luar negeri demi memastikan perbaikan layanan job order dan perjanjian kerja yang melibatkan TKI.
Sebelumnya, saat paparan Kinerja BNP2TKI 2014 pada Selasa 7 Januari lalu, Agusdin menjelaskan BNP2TKI melakukan sejumlah pembenahan penempatan dalam tahun 2014.
Untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah, kata Agusdin, pembenahannya berupa pembatasan mitra usaha/agensi penyalur TKI dengan Pelaksana Penempatan TKI Swasta di Indonesia (1 PPTKIS 3 Mitra Usaha), penambahan durasi jam pelatihan dari 200 jam menjadi 400 jam, penambahan materi pelatihan bahasa Inggris dan budaya negara penempatan, memastikan instruktur (pelatih) TKI telah memiliki sertikat kompetensi, perbaikan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), serta mengubah dan memperbaiki perjanjian kerjasama penempatan (recruitment agreement) agar menguntungkan TKI.
BNP2TKI pun merancang perbaikan gaji TKI. Gaji TKI PLRT yang belum berpengalaman untuk negara Uni Emirat Arab (UEA) dari 800 Dirham menjadi  1200 DIrham, Bahrain dari BD 80 menjadi BD 120, Oman dari RO 75 menjadi RO 120, Qatar dan QR 800 menjadi QR 1200.
Sedangkan untuk gaji TKI PLRT perpanjangan kerja di UEA dari DH 850 menjadi DH 1500, Bahrain dari BD 85 menjadi BD 150, Oman dari RO 80 menjadi RO 150, Qatar dan QR 850 menjadi QR 1500.
”Ini artinya, pemerintah terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan TKI,” pungkas Agusdin.

Daftar Pustaka:

Anonim. Tanpa Tahun. “Pentingnya Pelatihan Kerja” (online). Gajimu.com. Diakses dari: http://www.gajimu.com/main/tips-karir/pentingnya-pelatihan-kerja

(22 April 2014)

http://setkab.go.id/berita-11730-bnp2tki-tki-ke-timur-tengah-harus-lalui-pelatihan-400-jam.html
0 Komentar untuk "Contoh Makalah Pelatihan Kerja"