![]() |
| Contoh Makalah Pelatihan Kerja |
Jadi setelah kami selesai membuat tugas ini, saya kembalikan lagi ke internet manakala ada yang membutuhkan. Tak lupa juga saya mencantumkan daftar pustaka dalam makalah ini. Dalam makalah ini juga tercantum contoh kasus pelatihan pegawai. Jadi lumayan lengkap. Semoga membantu ^_^
Pentingnya
Pelatihan Pegawai
Sumber
Daya Manusia (SDM) dalam suatu perusahaan merupakan aset penting bagi
perkembangan perusahaan. Dan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja para karyawan, banyak
perusahaan mengadakan pelatihan kerja atau
training. Biasanya training dilakukan
sebelum memulai kerja atau pada saat
awal masuk kerja.
Menurut
PP No.31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, Pelatihan kerja atau yang sekarang biasa kita
kenal dengan istilah Training adalah seluruh kegiatan
untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan
kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan
etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai
dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Dalam
mengikuti pelatihan kerja, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil. Manfaat itu
antara lain:
·
Mewujudkan
pelatihan kerja nasional yang efektif dan efisien dalam rangka
meningkatkan kualitas tenaga kerja
·
Memberikan arah dan pedoman
dalam penyelenggaraan, pembinaan, dan pengendalian pelatihan kerja
·
Untuk menyesuaikan diri
terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama
masuk kerja
Pelatihan kerja tentu saja memiliki jenis dan program-program
tertentu. Jenis dan program-program tersebut antara lain:
Ø Skills training
Pelatihan keahlian
merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. Program
pelatihaannya relatif sederhana.
Ø
Retraining
Pelatihan
ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka
butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah.
Ø Cross functional training
Pelatihan lintas fungsional melibatkan pelatihan karyawan untuk
melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang
ditugaskan.
Ø Team training
Pelatihan tim merupakan pelatihan
yang terdiri dari sekelompok individu dimana mereka harus menyelesaikan bersama
sebuah pekerjaan demi tujuan bersama dalam tim.
Ø Creativity training
Pelatihan
kreatifitas berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari.
Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan
sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya.
Teknik
pelatihan kerja secara umum dibagi menjadi dua yaitu on the
job training dan off the job training.
a. On the job training
On the job training terbagi menjadi
enam macam, yaitu :
v Job instruction training
Pelatihan
ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai
dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan, dan menunjukan langkah-langkah
pelaksanaan pekerjaan.
v Apprenticeship
Pelatihan
ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru, yang bekerja bersama dan
dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu.
v Internship dan assistantships
Pelatihan
ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang
lebih tinggi.
v Job rotation dan transfer
Job
rotation dan transfer adalah proses belajar yang dilakukan untuk mengisi
kekosongan dalam manajemen dan teknikal.
v Junior boards dan committee assingments
Alternatif
pelatihan dengan memindahkan peserta pelatihan ke dalam komite untuk
bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan administrasi.
v Coaching dan counseling
Pelatihan
ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari
pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara
tepat.
b. Off the job training
Off
the job training terbagi menjadi 13 macam, yaitu :
v Vestibule training
Pelatihan
dimana dilakukan ditempat yang kondisinya sama seperti tempat aslinya.
Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja khusus.
v Lecture
Pelatihan
dimana pelatih menyampaikan berbagai macam informasi/ mengajarkan pengetahuan
kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan.
v
Independent self-study
Pelatihan
dimana peserta diharapkan bisa melatih diri sendiri
v Visual presentations
Pelatihan
dengan mengunakan televisi, film, video, atau presentasi.
v Conferences dan discussion
Pelatihan
ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar
satu dengan yang Iainnya.
v Teleconferencing
Pelatihan
dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan peserta dimungkinkan untuk
berada di tempat yang berbeda.
v Case studies
Pelatihan
yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan
prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada.
v Role playing
Pelatihan
dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu, peserta harus
dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung.
v Simulation
Pelatihan
yang menciptakan kondisi belajar yang mirip dengan kondisi pekerjaan, pelatihan
ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill.
v Programmed instruction
Merupakan
aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasanya menggunakan computer.
v Computer-based training
Merupakan
program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer
dan peserta.
v Laboratory training
Pelatihan
ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta
diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka antara satu dengan yang lain.
v Programmed group exercise
Pelatihan
yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu
permasalahan.
Kasus:
Terhitung mulai Januari 2014 ini, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) TKI sektor
rumah tangga yang akan ke luar negeri terutama untuk negara-negara Timur
Tengah, akan memperoleh pelatihan 400 jam, bukan 200 jam sebagaimana
sebelumnya.
“Penambahan jam pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
sekaligus harga diri TKI, termasuk menguatkan aspek perlindungannya secara
dini,” kata Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro Subiantoro seusai Rapat Koordinasi
BNP2TKI dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta
Asosiasi Pelaksana Pelatihan TKI di Jakarta, Jumat (10/1).
Menurut Agusdin , upaya pembenahan bagi pelatihan TKI penata laksana rumah
tangga ini telah diupayakan selama empat tahun melalui sistem komputerisasi
tenaga kerja luar negeri (Sisko-TKLN), yang juga terkoneksi dengan 438 dinas
kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Bahkan, pada 2014 ini pula, pelayanan sistem online akan diperluas ke tingkat kecamatan dan ujicobanya akan
diadakan di 50 kecamatan di kantong-kantong TKI. Selain itu, memperluas
integrasi sistem online penempatan
dan perlindungan ini dengan kantor Perwakilan RI di luar negeri demi memastikan
perbaikan layanan job order dan
perjanjian kerja yang melibatkan TKI.
Sebelumnya, saat paparan Kinerja BNP2TKI 2014 pada Selasa 7 Januari lalu,
Agusdin menjelaskan BNP2TKI melakukan sejumlah pembenahan penempatan dalam
tahun 2014.
Untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah, kata Agusdin, pembenahannya
berupa pembatasan mitra usaha/agensi penyalur TKI dengan Pelaksana Penempatan
TKI Swasta di Indonesia (1 PPTKIS 3 Mitra Usaha), penambahan durasi jam
pelatihan dari 200 jam menjadi 400 jam, penambahan materi pelatihan bahasa
Inggris dan budaya negara penempatan, memastikan instruktur (pelatih) TKI telah
memiliki sertikat kompetensi, perbaikan sarana dan prasarana Balai Latihan
Kerja Luar Negeri (BLKLN), serta mengubah dan memperbaiki perjanjian kerjasama
penempatan (recruitment agreement) agar menguntungkan TKI.
BNP2TKI pun merancang perbaikan gaji TKI. Gaji TKI PLRT yang belum
berpengalaman untuk negara Uni Emirat Arab (UEA) dari 800 Dirham menjadi 1200 DIrham, Bahrain dari BD 80 menjadi BD
120, Oman dari RO 75 menjadi RO 120, Qatar dan QR 800 menjadi QR 1200.
Sedangkan untuk gaji TKI PLRT perpanjangan kerja di UEA dari DH 850 menjadi
DH 1500, Bahrain dari BD 85 menjadi BD 150, Oman dari RO 80 menjadi RO 150,
Qatar dan QR 850 menjadi QR 1500.
”Ini artinya, pemerintah terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan TKI,”
pungkas Agusdin.
Daftar Pustaka:
Anonim. Tanpa Tahun. “Pentingnya Pelatihan Kerja” (online). Gajimu.com. Diakses dari: http://www.gajimu.com/main/tips-karir/pentingnya-pelatihan-kerja
(22 April 2014)
http://setkab.go.id/berita-11730-bnp2tki-tki-ke-timur-tengah-harus-lalui-pelatihan-400-jam.html

0 Komentar untuk "Contoh Makalah Pelatihan Kerja"